MENU

Pramuka

 

Scouting yang di kenal di Indonesia dikenal dengan istilah Kepramukaan, dikembangkan oleh Lord Baden Powell sebagai cara membina kaum muda di Inggris yang terlibat dalam kekerasan dan tindak kejahatan, beliau menerapkan scouting secara intensif kepada 21 orang pemuda dengan berkemah di pulau Brownsea selama 8 hari pada tahun 1907. Pengalaman keberhasilan Baden Powell sebelum dan sesudah perkemahan di Brownsea ditulis dalam buku yang berjudul “Scouting for Boy”. Melalui buku “Scouting for Boy” itulah kepanduan berkembang termasuk di Indonesia.

Kata "Pramuka" merupakan singkatan dari Praja Muda Karana, yang memiliki arti Orang Muda yang Suka Berkarya. Gerakan Pramuka dengan lambang TUNAS KELAPA di bentuk dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961.

 


Meskipun Gerakan Pramuka keberadaannya ditetapkan dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 238 tahun 1961, namun secara resmi Gerakan Pramuka diperkenalkan kepada khalayak pada tanggal 14 Agustus 1961 sesaat setelah Presiden Republik Indonesia menganugrahkan Panji Gerakan Pramuka dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 448 Tahun 1961. Sejak itulah maka tanggal 14 Agustus dijadikan sebagai Hari Ulang Tahun Gerakan Pramuka.

Perkembangan Gerakan Pramuka mengalami pasang surut dan pada kurun waktu tertentu kurang dirasakan pentingnya oleh kaum muda, akibatnya pewarisan nilai-nilai yang terkandung dalam falsafah Pancasila dalam pembentukan kepribadian kaum muda yang merupakan inti dari pendidikan kepramukaan tidak optimal.

Menyadari hal tersebut maka pada peringatan Hari Ulang Tahun Gerakan Pramuka ke-45 Tahun 2006, Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono mencanangkan Revitalisasi Gerakan Pramuka. Pelaksanaan Revitalisasi Gerakan Pramuka yang antara lain dalam upaya pemantapan organisasi Gerakan Pramuka telah menghasilkan terbitnya Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang GERAKAN PRAMUKA.

GERAKAN PRAMUKA INDONESIA

Sejak berabad-abad silam, bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa yang berbudi luhur, bangsa yang ramah dan toleran, bangsa yang selalu bergotong royong. Itulah karakter bangsa yang harus terus kita pelihara dan wariskan kepada generasi muda bangsa agar tumbuh menjadi bangsa yang bermartabat.

Sebagai bagian dari upaya itu, Gerakan Pramuka harus terus dibina dan dikembangkan, karena Gerakan Pramuka bertujuan membentuk setiap anggotanya memiliki kepribadian yang berakhlak mulia, berjiwa patriotik, taat hukum, disiplin, menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa dan memiliki kecakapan hidup sebagai kader bangsa dalam menjaga dan membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia, mengamalkan Pancasila serta melestarikan lingkungan hidup.

Melalui Gerakan Pramuka, generasi muda dapat memupuk mental kepribadian yang kuat, ulet, pantang menyerah, berdisiplin.

Pendidikan Kepramukaan merupakan suatu proses pendidikan yang progresif dalam bentuk kegiatan menarik, menantang, menyenangkan, sehat, terarah, praktis dan berkesinambungan di alam terbuka dengan menggunakan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan.

Anggota muda Gerakan Pramuka, terdiri atas Pramuka Siaga (usia 7-10 tahun), Penggalang (usia 11-15 tahun), Penegak (usia 16-10 tahun) dan Pandega (usia 21-25 tahun).

Fungsi Gerakan Pramuka:

1. Menjadi wadah dalam melakukan kegiatan yang menarik bagi anak atau pemuda. Pramuka akan menjadi kegiatan pendidikan yang menyenangkan melalui berbagai kegiatan yang dikemas dalam bermacam-macam aktivitas dan permainan.

2. Pramuka akan menjadi sarana pengabdian bagi orang dewasa. Pramuka bukan sekadar pendidikan yang menyenangkan dan penuh pemainan, namun menjadi suatu tugas yang dilandasi keikhlasan, kerelaan, dan pengabdian demi mencapai sukses organisasi.

3. Pramuka juga sebagai alat bagi masyarakat untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat.


Tujuan Gerakan Pramuka:

1. Para anggotanya menjadi manusia berkepribadian dan berwatak luhur, memiliki mental, moral, budi pekerti dan keyakinan beragama yang kuat.
2. Para anggotanya menjadi manusia yang memiliki kecerdasan dan keterampilan tinggi.
3. Para anggotanya menjadi manusia yang sehat dan kuat jasmaninya.
4. Para anggotanya menjadi warga negara Indonesia yang berjiwa Pancasila, setia dan patuh kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia, menjadi anggota masyarakat yang baik dan berguna, serta sanggup dan mampu ikut membangun bangsa dan negara. 

Prinsip Dasar Kepramukaan

Setiap anggota Pramuka wajib memegang teguh prinsip dasar Kepramukaan. Prinsip dasar Kepramukaan adalah norma hidup yang harus dijiwai oleh setiap anggota Pramuka.

Prinsip dasar Kepramukaan meliputi:
1. Iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2. Peduli terhadap bangsa dan tanah air, sesama hidup dan alam seisinya.
3. Peduli terhadap diri pribadi.
4. Taat kepada kode kehormatan Pramuka.

Metode Kepramukaan

Metode Kepramukaan merupakan cara belajar interaktif progresif melalui:

Kode Kehormatan Pramuka

Kode kehormatan adalah suatu standar dalam diri seseorang terkait akhlak dan rasa kehormatan diri dalam hati seseorang yang muncul, karena ada kesadaran terhadap harga dirinya. Kode Kehormatan Pramuka adalah norma dalam kehidupan seorang anggota Pramuka yang menjadi standar perilakunya dalam berkehidupan di dalam masyarakat.

Kode Kehormatan Pramuka ada dua, yaitu:
1. Satya Pramuka, merupakan janji yang diucapkan secara ikhlas oleh seorang calon anggota Pramuka setelah memenuhi persyaratan keanggotaannya.
2. Dharma Pramuka, yaitu sarana pendidikan diri yang progresif dalam mengembangkan budi pekerti luhur, menjadi landasan gerak dalam Gerakan Pramuka untuk mencapai tujuan pendidikan melalui kepramukaan, mendorong Pramuka melebur dengan masyarakat, mampu bersikap demokratis, saling menghormati, memiliki rasa kebersamaam, dan sikap kegotongroyongan.

Kode kehormatan Gerakan Pramuka berbeda untuk setiap golongan Pramuka, disesuaikan dengan perkembangan rohani dan jasmani masing-masing golongan anggota Gerakan Pramuka.

Kode kehormatan Pramuka Siaga adalah,

1. Dwi Satya
Dwi Satya merupakan janji Pramuka Siaga, yaitu:
“Demi kehormatanku, aku berjanji akan bersungguh-sungguh:
a. Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, Negara Kesatuan Republik
Indonesia, dan mengikuti tata krama keluarga.
b. Setiap hari berbuat kebajikan”

2. Dwi Dharma
Dwi Dharma merupakan ketentuan moral Pramuka Siaga, yaitu:
a. Siaga berbakti kepada ayah dan bundanya.
b. Siaga berani dan tidak putus asa.

Kode kerhormatan Pramuka Penggalang adalahTrisatya (tiga janji) dan Kode moralnya Dasa Dharma.

1. Trisatya Pramuka
“Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh:
1) Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, Negara Kesatuan Republik
Indonesia.
2) Menolong sesama hidup dan mempersiapkan diri membangun masyarakat.
3) Menepati Dasa Dharma”.
2. Dasa Dharma Pramuka
“Dasa Dharma Pramuka
Pramuka itu:
1) Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,
2) Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia,
3) Patriot yang sopan dan ksatria,
4) Patuh dan suka bermusyawarah,
5) Rela menolong dan tabah,
6) Rajin, terampil dan gembira,
7) Hemat, cermat dan bersahaja,
8) Disiplin, berani dan setia,
9) Bertanggung jawab dan dapat dipercaya
10) Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan”.

Tri Satya dan Dasa Dharma Pramuka tidak hanya diucapkan oleh Pramuka Penggalang saja, namun juga oleh Pramuka Penegak, Pandega, dan Dewasa.

 

PENDIDIKAN KEPRAMUKAAN GLOBAL SEVILLA PURI INDAH

Saat ini kita menyadari bahwa generasi muda di dunia sedang menghadapi banyak tantangan dan masalah karena perubahan gaya hidup masyarakat yang cenderung semakin konsumtif, pengaruh budaya global yang sulit dibendung, dan perkembangan teknologi komunikasi yang membuka akses tanpa batas terhadap informasi, yang baik maupun yang buruk. Melalui media kita dapat menjumpai data tingginya angka putus sekolah, banyaknya pengangguran, maraknya kriminalitas remaja, rendahnya rasa hormat terhadap orangtua dan guru, meningkatnya pergaulan bebas, serta makin tingginya konsumsi narkoba maupun zat aditif lainnya.

Menyadari pentingnya pengembangan karakter anak, Global Sevilla Puri Indah berusaha membekali para siswa dengan keterampilan hidup yang akan membantu mereka untuk menjadi insan-insan yang sukses dan bahagia, yang dapat mencegah dan mengatasi kesulitan maupun tantangan hidup, melalui program CBRC (Character Building, Religions and Civics). Untuk lebih meningkatkan efektifitas dari program tersebut, sejak semester 1 tahun akademik 2014-2015 di SMP dan SMA telah dijalankan Pendidikan Kepramukaan yang sangat sejalan dengan prinsip Pendidikan Karakter di Global Sevilla yaitu “Nurturing Global Students with P.R.I.D.E.” Dan di semester 2, Pendidikan Kepramukaan akan dijalankan juga di SD.

Program-program Kegiatan Kepramukaan diharapkan dapat membantu para siswa untuk lebih cepat memiliki keterampilan-keterampilan yang dibutuhkan untuk mewujudkan karakter berdasarkan P.R.I.D.E. Setiap anak diharapkan dapat menemukan “panggilan” nya, bersikap proaktif, memiliki rasa hormat dan menghargai perbedaan, peduli terhadap sesama dan suka menolong, penuh dedikasi dan tidak mudah menyerah, serta selalu melakukan yang terbaik dalam segala hal.

Dengan dukungan para orangtua dan Guru kami yakin melalui program CBRC dan Kegiatan Pramuka pengembangan karakter anak-anak akan lebih optimal sehingga mereka menjadi anak-anak yang saleh, bahagia dan bersemangat belajar, ulet, suka berprestasi dan selalu melakukan yang terbaik, disiplin, patuh dan hormat terhadap orangtua dan guru, serta peduli tehadap sesama maupun lingkungan. 

Informasi lebih lanjut tentang Kepramukaan dapat dilihat melalui link berikut: http://pramuka.or.id/news/index.php